Ia menjelaskan, melalui sinergi tersebut, berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan diharapkan dapat segera dicarikan solusi. Salah satunya terkait serangan hama tikus maupun hama tanaman lainnya yang berpotensi mengganggu pertumbuhan dan menurunkan hasil panen.

“Polsek Solokuro berupaya menjadi jembatan komunikasi antara para petani dengan UPT Pertanian. Dengan adanya koordinasi dan pendampingan ini, kami berharap setiap kendala yang dihadapi petani, khususnya terkait serangan hama, dapat segera ditangani melalui langkah-langkah yang tepat sehingga hasil panen masyarakat bisa lebih optimal,” ujar AKP Joko Suprianto.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kapolsek menambahkan, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk aparat kepolisian, petani, dan instansi terkait. Karena itu, pihaknya akan terus mendorong kolaborasi dan pendampingan agar potensi pertanian di wilayah Kecamatan Solokuro dapat dikembangkan secara maksimal.

“Harapan kami, melalui sinergi yang berkelanjutan ini, produktivitas pertanian masyarakat semakin meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, serta program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2