Kadam menegaskan bahwa kerja sama ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, Baznas Lamongan, Pemerintah Desa, hingga unsur Muspika Kecamatan Sukorame hingga RSUD Ngimbang.

Bagi anak-anak yang mengikuti khitan massal, panitia telah menyiapkan beragam “bonus” menarik sebagai bentuk apresiasi dan penghibur.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kita siapkan uang saku tunai, perlengkapan ibadah (sarung), paket alat tulis sekolah, bingkisan makanan dan minuman,” ujar Kadam

Meski kegiatan dipusatkan di Desa Kedungkumpul, antusiasme warga ternyata datang dari berbagai pelosok Lamongan. Berdasarkan hasil koordinasi terakhir, persiapan acara telah mencapai 90 persen.

“Animo masyarakat sangat masif, terutama untuk layanan cek kesehatan gratis dan perpanjangan STNK. Kami melihat warga dari luar desa lokasi acara juga banyak yang mulai bertanya dan mendaftar. Ini menandakan layanan jemput bola seperti ini memang sangat dibutuhkan,” tambah Kadam.

Melalui momentum HPN 2026 ini, PWI Lamongan berharap sinergi antara pers, pemerintah, dan masyarakat semakin solid, sekaligus membuktikan bahwa insan pers memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap dinamika pembangunan di daerah.

“Kita juga berharap bisa bermanfaat untuk masyarakat melalui kegiatan bakti sosial serta layanan publik dengan menggandeng sejumlah OPD,” pungkasnya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2