Program Sadel Cepak (Desa Model Pencegahan Perkawinan Anak): Diluncurkan oleh Dinas PPPA Lamongan, program ini menyasar pencegahan perkawinan usia dini di tingkat desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SR MA 25) di Brondong: Program pendidikan gratis dari pemerintah pusat untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Diberikan kepada siswa untuk memastikan asupan gizi yang cukup dalam mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Lamongan, Umuronah, melaporkan bahwa puncak peringatan HAN 2025 ini juga menjadi ruang partisipasi aktif anak dalam pembangunan karakter.

Rangkaian kegiatan yang telah digelar sebelumnya meliputi lomba membaca puisi, lomba desain poster, lomba Desa Model Sadel Cepak, talkshow informatif, dan kegiatan edukatif lainnya. Para pemenang lomba menerima penghargaan langsung dari Bupati Lamongan pada acara puncak pagi ini.

“Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk berkreasi, berpendapat, dan berpartisipasi dalam proses pembangunan. Anak-anak adalah masa depan bangsa,” terang Umuronah.

Dengan tema besar “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, peringatan HAN 2025 di Lamongan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, mendukung tumbuh kembang optimal, serta membangun generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh.

“Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, kami ingin anak-anak Lamongan benar-benar merasa terlindungi, diberdayakan, dan didukung untuk menjadi generasi penerus bangsa yang unggul,” pungkasnya.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2