Menurutnya, dengan pengenalan budaya sejak dini, siswa tidak hanya akan bangga terhadap warisan budaya bangsa, tetapi juga belajar menghargai keberagaman yang ada di tengah masyarakat.
Di area bazar, para siswa dan orang tua menyajikan berbagai makanan tradisional seperti klepon, serabi, lemper, tahu campur, serta aneka jajanan pasar lainnya.
Bazar ini tak hanya menjadi ajang promosi budaya, tetapi juga melatih jiwa kewirausahaan siswa dengan melibatkan mereka langsung dalam proses jual beli.
Dengan terselenggaranya pentas seni dan bazar bertema adat ini, SDN Kepatihan Lamongan menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa dan semangat kebersamaan.(Bs).





