Keluhan senada juga datang dari pengemudi ojol lainnya di wilayah Lamongan Kota, Deket, dan Karanggeneng. Mereka mengaku motor menjadi brebet, tidak kuat menanjak, hingga mati mesin setelah menggunakan Pertalite.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Banyak teman yang mengalami hal sama. Kami harap kualitas Pertalite segera dibenahi. Jangan ada campuran yang bisa merusak mesin,” ujarnya.

Para pengemudi menduga bahan bakar tersebut tercampur etanol, yang menyebabkan perubahan warna dan karakteristik Pertalite. Mereka meminta Pertamina dan pemerintah segera menindaklanjuti keluhan ini dengan uji laboratorium dan pemeriksaan kualitas di SPBU.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kalau memang ada peralihan ke BBM beretanol, sebaiknya disosialisasikan dulu. Mesin kendaraan kami belum tentu cocok,” tegas Miftahul.

Mereka juga berharap agar pemerintah menjaga mutu dan kestabilan pasokan BBM, terutama bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor untuk mencari nafkah.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2