“Ada tren kenaikan dalam perceraian yang dilakukan oleh Korpri Kabupaten Lamongan. Hal tersebut harus kita minimalisir, yakni dengan terus membekali diri akan pengetahuan parenting. Sehingga segala faktor perceraian yang ada dapat dicegah dan diluruskan,” tutur Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan yang juga sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Lamongan Mohammad Nalikan.
Hadir sebagai narasumber, Ahli Neuro-parenting dr. Aisyah Dahlan mengungkapkan bahwa penyebab permasalahan yang sering terjadi dalam rumah tangga adalah kurangnya pemahaman akan bahasa kasih masing – masing pasangan.
“Melalui neurosciene kita dapat meminimalisir pertengkaran dalam rumah tangga (hal besar maupun kecil). Seperti salah salah satu contohnya yang ada dalam kajian neurosciene adalah otak laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan mencolok pada struktur dan bagian Corpus Callosum. Corpus Callosum pada laki-laki, bagian tengahnya lebih tipis 30% dibandingkan dengan perempuan. Ini yang menyebabkan seorang perempuan lebih mudah mengerjakan dua hal sekaligus ketimbang seorang laki-laki,” ungkapnya.
Selanjutnya dokter berusia 56 tahun ini menjelaskan bahwa hubungan pasangan suami istri yang harmonis dan romantis, dipastikan akan dapat memberikan pola asuh berkualitas pada anak-anak.
Salah satu peserta yang hadir dalam seminar yang digelar untuk menandai HUT Korpri ke 53, Hari Kesehatan Nasional ke 60, Hari PGRI ke 79, HUT IDI ke 64, HUT Bank Daerah Lamongan ke 72, dan Hari Ibu ke 96 ini dalah Amanda (36) dari Kecamatan Babat.
Diterangkan oleh Amanda, yangmana sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karir, bahwa seminar ini sangat membantu pasangan suami istri, terutama dalam edukasi parenting. Karena Amanda mendapatkan pengetahuan lebih tentang bagaimana ia akan bertindak sebagai ibu, istri yang baik, namun juga tetap menjalankan karirnya dengan profesional.
>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





