Pak Yes menegaskan bahwa MoU ini sejalan dengan misi kedua Pemerintah Kabupaten Lamongan yaitu mewujudkan daya saing sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Langkah ini juga menjadi bagian dari program prioritas “Lamongan Sehat”, serta mendukung Asta Cita kelima Presiden RI Prabowo Subianto, yakni meningkatkan layanan kesehatan dan gizi seluruh rakyat Indonesia.
Capaian positif pun telah terlihat. Indeks kesehatan Kabupaten Lamongan terus menunjukkan peningkatan dari 0,844 pada tahun 2023 menjadi 0,847 di tahun 2024.
Bupati Yes menambahkan, peningkatan kualitas layanan kesehatan di Lamongan perlu dilakukan melalui beberapa strategi, antara lain Penguatan tata kelola dan efisiensi pembiayaan, Transformasi layanan yang berorientasi pada pasien, Inovasi dan daya saing layanan, Integrasi sistem layanan primer dan sekunder, Pengembangan sistem informasi kesehatan daerah, Penguatan kapasitas SDM dan budaya kerja, Serta rebranding untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yuhronur Efendi juga meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing di RSUD dr. Soegiri. Kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara RSUD dr. Soegiri Lamongan dan RS Universitas Airlangga (Unair), sebagai upaya meningkatkan pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.(Bs).





