Untuk menjaga transparansi dan kejujuran, proses pembuatan soal dilakukan langsung oleh tujuh anggota tim independen yang bekerja intensif sejak malam sebelumnya. Bahkan, tim tersebut sempat bermalam di lokasi demi memastikan keamanan dan kerahasiaan soal.

“Pemerintah desa tidak ikut campur. Tim sudah kami bentuk sendiri, bekerja maksimal, bahkan sampai tengah malam. Soal selesai dibuat sekitar pukul 00.30 dan disaksikan oleh BPD serta LPM sebelum dikunci,” tambah Kepala Desa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meski sempat terkendala pemadaman listrik, kegiatan tetap berjalan lancar berkat genset cadangan yang telah disiapkan panitia sejak awal. Proses koreksi dilakukan langsung oleh 42 tim korektor masing-masing dua orang untuk setiap peserta demi memastikan hasil yang akurat dan adil.

Kepala Desa juga menegaskan bahwa seleksi kali ini benar-benar terbuka untuk umum. Peserta berasal tidak hanya dari Desa Gagah, tetapi juga dari luar daerah, seperti Kecamatan Deket dan Wonosobo, Jawa Tengah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa penjaringan ini murni dan transparan. Tidak ada istilah titipan. Siapa pun yang terpilih nanti, harus benar-benar loyal, bekerja tulus, dan mengabdi untuk masyarakat,” tandasnya.

Kades berharap, kepada peserta yang lolos nanti benar-benar bisa loyal terhadap pimpinan serta mengabdi untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2