Kegiatan pelatihan berlangsung secara interaktif dengan metode workshop, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam praktik langsung. Peserta dilatih menggunakan berbagai teknik parafrase, antara lain change of structure atau mengubah struktur kalimat, change of word class dengan mengubah kelas kata tertentu, serta synthesis, yaitu menggabungkan beberapa sumber rujukan menjadi satu uraian yang koheren dan orisinal. Melalui latihan-latihan tersebut, mahasiswa didorong untuk lebih kritis dan kreatif dalam menulis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai alat plagiarism checker yang umum digunakan dalam dunia akademik. Tidak hanya sebatas penggunaan teknis, Dr. Titin juga menjelaskan cara membaca dan menginterpretasikan hasil pemeriksaan plagiarisme secara tepat, sehingga mahasiswa tidak keliru dalam memahami persentase kemiripan dan dapat melakukan perbaikan secara efektif.

Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya etika akademik serta keterampilan parafrase yang memadai. Dengan demikian, mereka mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, orisinal, dan terbebas dari praktik plagiarisme, sekaligus memperkuat budaya akademik yang jujur dan bertanggung jawab di lingkungan perguruan tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2