BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, menegaskan bahwa timnya akan tetap berjuang dengan semangat tinggi meskipun harus menjalani Liga 2 musim 2025/2026 tanpa dukungan langsung dari suporter di Stadion Surajaya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketidakhadiran penonton di kandang sendiri merupakan akibat dari sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI, menyusul insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Tuban Sport Center pada musim lalu.

Aji Santoso, yang telah berpengalaman di dunia pelatihan selama lebih dari satu dekade, mengakui bahwa atmosfer pertandingan tanpa kehadiran penonton terasa berbeda. Namun, ia menekankan bahwa situasi ini tidak boleh mengurangi semangat dan determinasi para pemainnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Stadion megah, lapangan bagus, tapi tanpa penonton. Saya sudah sampaikan ke pemain, kalau ada penonton itu hal yang bagus, tapi kalau pun tidak ada, jangan sampai spirit-nya slow. Semangat harus tetap terjaga,” ungkap Aji saat konferensi pers di Lamongan.

Pelatih asal Malang ini juga menekankan pentingnya introspeksi bagi tim dan suporter terkait hukuman yang dijalani.

“Mudah-mudahan ini jadi pelajaran bagi saudara-saudara kita, suporter. Boleh jengkel, boleh marah, tapi jangan sampai kejadian seperti musim lalu terulang kembali,” ujarnya, mengingatkan akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2