BERITASIBER.COM | YOGYAKARTA – Pengangguran merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh Kota Yogyakarta. Pada Februari 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat sebesar 3,24% (BPS Yogyakarta) (BPS Yogyakarta).
Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan dengan TPT pada Agustus 2023 yang berada di angka 3,69%. Secara umum, jumlah angkatan kerja di Yogyakarta pada Agustus 2023 mencapai 2,22 juta orang, dengan 96,31% di antaranya bekerja, sehingga sekitar 2,14 juta orang memiliki pekerjaan (BPS Yogyakarta). Meskipun terjadi penurunan dalam TPT, masih terdapat kenaikan dalam pengangguran pedesaan akibat dampak El Nino (BPS Yogyakarta).
“Sebagai kota pelajar dan pusat budaya, Yogyakarta harus mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup bagi warganya, terutama bagi para lulusan perguruan tinggi yang semakin meningkat setiap tahunnya.”
“Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan inovatif yang melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan. Yogyakarta sebagai destinasi wisata terkemuka memiliki banyak potensi yang dapat digali lebih dalam. Pengembangan destinasi wisata baru, peningkatan kualitas pelayanan, serta promosi wisata yang lebih gencar akan menarik lebih, banyak wisatawan domestik dan mancanegara,” ujar Balon Wawako Yogyakarta, DR. (Can) Arya Ariyanto, SE.MM., Minggu (30/6/2024).
Peningkatan jumlah wisatawan akan mendorong pertumbuhan industri perhotelan, restoran, transportasi, dan sektor-sektor terkait lainnya yang dapat menyerap banyak tenaga kerja.
Pendidikan dan pelatihan vokasional juga harus diperkuat untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja.
“Kerjasama antara perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan industri perlu ditingkatkan agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Program magang dan pelatihan kerja di berbagai sektor Industri dapat menjadi jembatan bagi para lulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja yang berharga sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya,” jelas Arya yang juga Akademisi Pariwisata itu.






