Hal lainnya adalah, mempromosikan budaya lokal. Seperti karya seni, karya seni seniman Yogyakarta, seperti batik, wayang kulit, dan gamelan, menjadi souvenir yang digemari wisatawan dan mempromosikan budaya lokal ke mancanegara.
Situs budaya, seniman terlibat dalam pelestarian dan pengelolaan situs budaya seperti Candi Prambanan dan Keraton Yogyakarta, yang menjadi daya tarik wisata utama.
Pendidikan seni, seniman mengajar di sekolah dan komunitas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya di kalangan generasi muda, yang akan menjadi duta budaya di masa depan.
Seniman itu juga mampu meningkatkan ekonomi Kreatif. Misalkan penyelenggaraan seni pertunjukan, pertunjukan seni dan festival budaya mendatangkan wisatawan dan menciptakan peluang ekonomi bagi seniman, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar.
Industri kreatif, seniman Yogyakarta berkontribusi pada industri kreatif dengan menciptakan produk seni dan budaya yang memiliki nilai ekonomi, seperti fashion, desain, dan kuliner.
Pemberdayaan masyarakat, kampung seni dan desa wisata budaya memberdayakan masyarakat lokal dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan.
“Upaya seniman dalam menjaga kearifan lokal di dunia pariwisata patut diapresiasi. Dengan kolaborasi antara seniman, pemerintah, dan masyarakat, pariwisata Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan tetap menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal,” pungkas Ariyanto. (Wira)
Editor : Achmad Bisri





