“Selama ini kita memang sering kali ada kendala terkait kedisiplinan staf kita dalam kelengkapan klaim sehingga menjadi beban, mungkin satu dua orang staf yang bertugas untuk kelengkapan klaim tersebut, padahal kelengkapan dokumen ini adalah tugas setiap staf yang ada di pelayanan, jadi prinsipnya bahwa apa yang dilakukan harus ditulis, dan menulis apa yang dilakukan itu filosofinya, sehingga apapun yang dilakukan dan yang akan dilakukan semuanya terdokumentasi di dokumen medis,” ujarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Untuk meningkatkan kedisiplinan para staf, Joko memberikan kompetisi yang sifatnya untuk meningkatkan motivasi mereka, dengan menetapkan beberapa indikator. Diantaranya ketika ada pasien baru masuk ada standar atau kriteria kelengkapan dokumen wajib lengkap dan setiap item itu kemudian kita nilai termasuk di akhir masa perawatan, selanjutnya ketika pasien pulang dokumen juga wajib lengkap sehingga mereka tidak meninggalkan PR.

“Jadi ketika pasien sudah pulang dokumen harus sudah selesai dan dikumpulkan ke bagian rekam medis, kemudian dilakukan proses di managemen, biasanya untuk proses klaim dan sebagainya, kelengkapan dokumen ini menjadi sangat penting untuk kelancaran klaim tersebut,” terangnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kita mendorong staf supaya disiplin benar-benar melakukan dokumentasi, karena ini juga tuntutan dari akreditasi rumah sakit, kelengkapan dokumen itu termasuk syarat dalam pencapaian akreditasi kita,” imbuhnya.

Joko mengungkapkan bahwa para staf dan perawat yang berkompetisi tersebut diberikan reward. Penghargaan kepada staf yang memberikan sikap pelayanan terbaik, kinerja terbaik termasuk kedisiplinan dalam kelengkapan dokumen.

“Jadi kelengkapan dokumen ini sifatnya kompetisi antar tim, karena di ruangan itu perawat ada 4, mereka shift pagi, sore, malam ada yang satu libur, di tiap tim itulah kita adakan kompetisi, supaya mereka berlomba-lomba dalam memberikan dokumentasi yang terbaik dan terlengkap. Kemudian kita lakukan penilaian dengan kriteria yang kita tentukan setiap kriteria ada poinnya dan kemudian tiap akhir bulan akan kita kalkulasi diantara poin tersebut, yang nilainya tertinggi akan kita berikan reward berupa penghargaan bahwa kinerja mereka ada pengakuan dari kita,” ungkapnya.

Joko menyampaikan bahwa Inovasi ini juga di support oleh dr. Dyah Mayasari, Sp.PD Kepala Instalasi Rawat Inap, bahkan turut serta menandatangani penghargaan tersebut.

“Inovasi ini sebagai bagian dari upaya kita yang tujuannya memang untuk perbaikan kualitas pelayanan di rumah sakit ketika kita melayani pasien di rumah sakit, paling tidak ini menjadi motivasi dan semangat teman-teman untuk selalu meningkatkan kinerja, sikap pelayanan dan diharapkan juga nanti akan memperbaiki rumah sakit secara umum serta memperbaiki citra rumah sakit, karena sikap pelayanan itu penting bagi suatu institusi atau organisasi perusahaan,” uraiannya.

Joko menuturkan ada peningkatan signifikan dengan adanya inovasi ini, dalam hal ini Joko meminta kepada pasien ataupun keluarga pasien jika ada keluhan atau komplain, melihat ada perawat yang tidak memenuhi kriteria atau sikapnya buruk langsung lapor kepadanya untuk segera ditindak lanjuti.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2