Selain memberi rasa tenang bagi penumpang, layanan ini juga menjadi bentuk pemberdayaan digital bagi perempuan Aceh. Para pengemudi bisa bekerja fleksibel, memanfaatkan teknologi, dan tetap menjaga nilai-nilai budaya serta syariat di daerahnya.
Kini, ojek khusus perempuan ini semakin dikenal luas di Banda Aceh, terutama di kalangan pelajar, mahasiswi, dan pekerja kantoran. Banyak yang mengaku merasa lebih nyaman menggunakan layanan ini, terutama saat bepergian malam hari.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
“Kami ingin perempuan bisa bergerak bebas tanpa rasa takut. Ini bukan sekadar ojek, tapi bentuk empati dan solidaritas sesama perempuan,” tutup Farah.(*)
Artikel Rekomendasi
Halaman:




