“Yakni adanya relokasi yang partisipatif dan transparan serta relokasi yang mensejahterakan. PKL Malioboro mengadakan doa bersama, sebagai bentuk kekecewaan kepada Pemprov DIY dan DPRD DIY, serta mengecam segala bentuk represi dan kekerasaan yang terjadi Sabtu lalu,” kata Rakha Ramadhan, SH.

Agenda ini menjadi bagian dari upaya desakan agar Pemprov DIY dan DPRD DIY, segera menindaklanjuti tuntutan dari PKL Malioboro.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Bahwa yang diperlukan oleh PKL Malioboro ialah ruang dialog, pelibatan secara partisipatif dalam kebijakan relokasi guna memastikan hak-hak dari para PKL terpenuhi,” pungkasnya. (wr)

Editor : Achmad Bisri

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com 

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2