Sementara itu, Ibu Etin, perwakilan dari Kantor Pusat BDL, memberikan penjelasan teknis terkait pembukaan rekening. Menurutnya, calon nasabah cukup membayar uang pendaftaran sebesar Rp50.000, serta melampirkan fotokopi KTP orang tua dan Kartu Keluarga (KK).
Ia juga menambahkan bahwa siswa akan dibekali kaleng tabungan BDL sebagai media menabung harian. Setiap dua minggu atau satu bulan sekali, petugas dari Bank Daerah Lamongan akan datang langsung ke MTsN 2 Lamongan untuk mengambil setoran tabungan.
“Kami ingin mempermudah anak-anak dalam menabung. Cukup sisihkan uang jajan dan masukkan ke kaleng BDL. Petugas kami akan rutin menjemput tabungan tersebut langsung ke sekolah,” ungkap Ibu Etin.
Dengan adanya kerja sama ini, MTsN 2 Lamongan berharap dapat menanamkan budaya finansial positif kepada seluruh peserta didik sejak dini. Program ini tidak hanya mendukung pendidikan karakter dan kemandirian siswa, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi mikro keluarga dan investasi masa depan generasi muda.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para wali santri dan guru, yang menilai program ini sebagai langkah tepat dalam mendidik anak untuk bertanggung jawab terhadap keuangan pribadi mereka.(Bs)





