“Petani Muhammadiyah harus mampu membalik stigma. Bertani itu bisa makmur dan kaya. Ini yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jambore Nasional JATAM 2025 ini disebut bukan hanya sekadar ajang kumpul petani, melainkan momentum strategis untuk konsolidasi gerakan tani Muhammadiyah secara nasional. Muzadi berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih terarah dengan membentuk klaster-klaster sesuai permasalahan—baik di bidang budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk.

“Di Jambore selanjutnya, arah dan orientasi kegiatan perlu diperjelas. Agar benar-benar menjawab kebutuhan petani dan mendorong terbentuknya ekosistem pertanian yang kuat,” ungkap Muzadi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

JATAM sebagai wadah petani Muhammadiyah dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia berbasis komunitas. Dengan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat dan nilai-nilai Islam berkemajuan, JATAM diharapkan mampu menjadi motor perubahan di sektor pertanian nasional.

Kegiatan Jambore Nasional ini menandai langkah awal penguatan jaringan tani Muhammadiyah yang lebih terorganisir, inklusif, dan berdaya saing tinggi.(Rzk)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2