Sedangkan contoh program dan kegiatan yang dapat dilakukan sambungnya, untuk mencapai tujuan tersebut dapat dilakukan sebagai berikut, Program Pelestarian Budaya.
“Mendukung seniman dan budayawan lokal melalui hibah, pelatihan, dan akses ke pasar. Mempromosikan acara budaya tradisional melalui festival, pertunjukan, dan pameran. Menawarkan tur dan pengalaman budaya kepada wisatawan, seperti kelas memasak, workshop batik, dan kunjungan ke situs budaya. Melestarikan situs budaya dan sejarah melalui restorasi, dokumentasi, dan edukasi,” katanya.
Masih kata Ariyanto, Program Pelestarian Lingkungan juga dapat dilakukan, seperti menerapkan kebijakan yang ramah lingkungan, seperti larangan penggunaan plastik sekali pakai dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Memperbanyak kawasan hijau dengan tanaman yang memiliki banyak manfaat seperti Pohon Nyamplung.
Program peningkatan kesejahteraan masyarakat juga dapat dilakukan. Seperti, menciptakan lapangan kerja di sektor pariwisata melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan, mendukung usaha kecil dan menengah melalui pinjaman modal, pendampingan, dan akses ke pasar, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan dengan membangun sekolah, klinik, dan rumah sakit, membangun infrastruktur yang memadai, seperti jalan, jembatan, dan sistem transportasi publik.
“Dengan implementasi program dan kegiatan yang tepat, Yogyakarta dapat menjadi contoh model pembangunan destinasi wisata berkelas dunia yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua orang,” tutup Ariyanto. (Wira)
Editor : Achmad Bisri





