BERITASIBER.COM | SURABAYA – Gubernur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar rapat koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Tahun 2025 bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di gedung negara Grahadi Surabaya.
“Alhamdulillah saat ini kondisi pangan di Jatim Surplus dan aman. Mulai beras, Jagung, kedelai, Bawang merah, Cabai rawit dan besar, bahkan Jatim Produsen padi terbesar di Indonesia. Terima kasih juga kepada pak menko telah memberikan atensi, support ke Jatim selama ini,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan pembukaan Rakor Ketahanan Pangan Provinsi Jatim tahun 2025, Sabtu (15/03/2025).
Khofifah juga menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan membangun sinergi dengan berbagai daerah di jawa timur dalam penguatan sektor pangan. Ia juga menargetkan peningkatan produksi gabah kering di Jawa Timur hingga 12,7 juta ton.
“Selain itu, perlu adanya infrastruktur yang menyediakan irigasi di lahan-lahan kurang produktif. Jika 488.379 hektare lahan kurang produktif di Jatim terairi dengan baik melalui dukungan infrastruktur irigasi yang memadai, maka target 12,7 juta ton produksi gabah kering dapat kita capai,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pokok serta pengelolaan panen raya. Dimana dua hal utama dalam pengelolaan pangan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.





