“Saat ini kita sudah mulai memasuki awal musim kemarau. Oleh karena itu, patroli kawasan hutan ini kami intensifkan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan dini terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kami mengimbau keras kepada masyarakat, para petani, maupun perambah hutan agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area hutan,” tegas perwakilan Polsek Solokuro di sela-sela patroli.
Selain memfokuskan perhatian pada ancaman kebakaran, patroli intensif ini juga menyasar pada aspek keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar terkait ancaman pohon tumbang. Angin kencang yang kerap berembus di awal musim kemarau berpotensi merobohkan pohon-pohon yang sudah lapuk atau memiliki akar yang rapuh di sepanjang jalur hutan.
Personel Polsek Solokuro melakukan pengecekan visual terhadap pohon-pohon besar yang berada di tepi jalan raya yang membelah kawasan hutan Solokuro. Langkah penyisiran ini penting untuk memetakan pohon mana saja yang dinilai rawan tumbang sehingga koordinasi pemangkasan dengan instansi terkait, seperti Perhutani dan BPBD, dapat segera dilakukan sebelum menimbulkan korban jiwa maupun materiel.
Melalui patroli yang terukur ini, Polsek Solokuro berharap kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dapat semakin meningkat. Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk segera memberikan informasi cepat jika melihat adanya kepulan asap atau pohon yang kondisinya membahayakan di area hutan agar dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.
Sepanjang pelaksanaan patroli kamtibmas di kawasan hutan Kecamatan Solokuro ini, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya titik api maupun hambatan jalur lalu lintas akibat pohon tumbang, sehingga aktivitas masyarakat yang melintasi area hutan tetap berjalan dengan lancar.





