Nur Endah berharap Extranas ke-8 tidak berhenti sebagai kegiatan kompetisi dan seremoni tahunan. Ajang tersebut diharapkan menjadi salah satu tolok ukur pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan madrasah, terutama dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan dan mampu menghadapi dunia kerja.
“Harapannya ke depan anak-anak kami di MA Plus Keterampilan betul-betul menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan hidup, karena mereka telah dibekali life skill dan hard skill yang mumpuni,” katanya.
Selain memberikan dampak terhadap pengembangan pendidikan, penyelenggaraan Extranas ke-8 juga dinilai membawa manfaat bagi perekonomian Kabupaten Lamongan. Kehadiran ribuan peserta, guru pendamping, panitia, dan tamu dari luar daerah meningkatkan aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi atau yang akrab disapa Pak Yes, menyambut positif penyelenggaraan agenda nasional tersebut. Ia menilai kepercayaan terhadap Lamongan sebagai tuan rumah menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat dari berbagai provinsi.
“Dengan kegiatan ini kami yakin akan memberikan dampak atau multiplier effect yang baik bagi Kabupaten Lamongan, khususnya dalam interaksi sosial dan pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Yuhronur Efendi.
Aktivitas para peserta dan pendamping selama berada di Lamongan turut menggerakkan sejumlah sektor ekonomi. Mulai dari penginapan, pusat perbelanjaan, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner, berpeluang merasakan peningkatan aktivitas usaha.
Di sisi lain, pertemuan ratusan madrasah dari berbagai daerah membuka ruang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan pendidikan keterampilan. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi serta kolaborasi antarlembaga setelah Extranas berakhir.
Penyelenggaraan Extranas ke-8 di Lamongan sekaligus menunjukkan semakin pentingnya pendidikan keterampilan di lingkungan madrasah. Pendidikan akademik tidak hanya diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga dipadukan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal siswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui ajang nasional ini, MA Plus Keterampilan dan MAKN diharapkan terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi serta melahirkan generasi yang kreatif, terampil, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.
Bagi Kabupaten Lamongan, menjadi tuan rumah Extranas ke-8 juga menjadi momentum untuk memperkuat citra daerah sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan pendidikan berskala nasional sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui kehadiran peserta dari berbagai penjuru Indonesia.





