Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengapresiasi dukungan Majelis Dzikir SQA. Ia meyakini doa dan perhatian berbagai kalangan akan mempercepat terwujudnya cita-cita besar Ponorogo menjadi destinasi budaya dunia.
“Monumen Reog dan Museum Peradaban ini bukan hanya kebanggaan Ponorogo, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Sugiri.
Tahap pertama pembangunan MRMP telah diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 23 Agustus 2025. Pemerintah daerah akan melanjutkan tahap berikutnya pada tahun anggaran 2026, mencakup digitalisasi museum, pembuatan relief Reog, serta pengumpulan artefak sejarah Ponorogo.
Dengan dukungan semua pihak, Monumen Reog Ponorogo diharapkan menjadi ikon wisata budaya Indonesia yang mendunia sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.(***)





