Camat Sukodadi, Ismaun, turut mengapresiasi gelaran lomba burung kicau ini. Menurutnya, acara seperti ini mampu menjadi magnet baru bagi wisata lokal, terutama Sentra Kuliner Sukodadi (SKS).
“Dengan adanya perlombaan rutin, SKS akan semakin dikenal dan ramai dikunjungi, bukan hanya oleh kicau mania tapi juga oleh penikmat kuliner dari berbagai daerah,” jelas Ismaun.
Tak hanya lomba, kegiatan juga diramaikan dengan pameran burung kicau, yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian burung lokal dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya penangkaran satwa.
Selain menarik pengunjung, Lomba Burung Kicau Sukodadi 2025 juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Stand makanan, minuman, serta perlengkapan burung mengalami lonjakan penjualan.
Bahkan, Koperasi Desa Merah Putih turut ambil bagian dengan menyediakan berbagai kebutuhan pendukung seperti pakan burung, sangkar, vitamin, dan alat perawatan.
Dengan tingginya antusiasme dari komunitas kicau mania dan masyarakat umum, Pemerintah Desa Sukodadi berharap lomba burung berkicau ini dapat menjadi bagian dari agenda tahunan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI, serta mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi dan wisata lokal yang berkelanjutan.(Bs).





