Dukungan terhadap aspek keamanan juga datang dari aparat penegak hukum setempat. Kapolsek Tiris, IPTU Syamsul Arifin, turun langsung memantau situasi di hari kedua operasional. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menempatkan personel di titik-titik strategis untuk memastikan kerumunan wisatawan tetap tertib.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Oleh karena itu, pengamanan kami maksimalkan agar para wisatawan merasa tenang. Kami mendukung penuh kemajuan wisata ini karena dampaknya sangat terasa pada ekonomi warga lokal,” ungkap Syamsul Arifin.
Tak hanya soal kesenangan, viralnya Probolinggo Rafting juga membawa berkah bagi warga Desa Pesawahan. Sektor UMKM mulai menggeliat, mulai dari warung makan, jasa transportasi lokal, hingga penyewaan perlengkapan tambahan.
Beberapa peserta yang datang dari luar kota, seperti Malang dan Jember, mengaku puas. Mereka menilai akses menuju lokasi dan pelayanan yang diberikan sudah cukup profesional untuk ukuran destinasi yang baru saja diresmikan.
“Awalnya tahu dari media sosial, ternyata aslinya memang seru. Jalurnya menantang tapi buat pemula seperti saya masih sangat bisa dinikmati. Benar-benar liburan yang anti-mainstream,” ujar salah satu pengunjung di lokasi.
Dengan pengelolaan yang konsisten dan promosi yang kuat, Probolinggo Rafting diprediksi akan menjadi ikon baru wisata petualangan di Jawa Timur, bersaing dengan destinasi arung jeram yang sudah lebih dulu ada. Bagi Anda yang bosan dengan suasana kota, Desa Pesawahan siap memberikan pengalaman tak terlupakan di atas derasnya air sungai Tiris.






