Dengan penerapan makan siang bergizi, diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas gizi di dapur sekolah.

“Semoga setelah proses evaluasi, program ini dapat berlanjut. Ini akan membuka jalan bagi lebih banyak dapur sehat yang mampu melahirkan generasi muda pemimpin bangsa di masa depan,” harapnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala SPPG Kabupaten Lamongan, Agustina Nurul Hardian, mengungkapkan bahwa setiap porsi makanan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak.

“Tim kami terdiri dari ahli gizi yang menghitung dan mengukur kebutuhan gizi sesuai dengan usia siswa, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA. Setiap porsi telah dirinci sesuai dengan isi piring gizi seimbang, termasuk karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan sayuran,” terangnya.

Agustina juga menyoroti tantangan dalam penyajian menu sayuran, mengingat masih banyak anak yang enggan mengonsumsi sayur. Untuk itu, SPPG Lamongan berencana untuk mengganti variasi menu sayuran setiap harinya.

“Jika banyak anak yang tidak menyukai sayur, kami akan menyesuaikan menu di minggu atau bulan berikutnya. Ada 22 menu berbeda yang tersedia selama hari kerja. Kami juga telah meminta informasi mengenai alergi dari sekolah, agar menu dapat disesuaikan,” tutupnya.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2