Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Kota Pematangsiantar merupakan kekuatan sosial yang harus dipelihara bersama. Dengan semangat toleransi moderat yang tertanam di tengah masyarakat, Pematangsiantar dinilai mampu menjadi contoh kota harmonis di Indonesia.

“Kalau mau maju, pemuda-pemudi harus aktif berkontribusi dan berkolaborasi,” pesan Wesly kepada pengurus KNPI dan organisasi kepemudaan yang hadir.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Tim Caretaker KNPI Kota Pematangsiantar Arif Harahap mengatakan, Musda XIV KNPI menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan pemuda serta menyusun langkah strategis organisasi ke depan. Ia berharap kehadiran Wali Kota Wesly Silalahi dapat menjadi motivasi bagi para pemuda dalam menjalankan roda organisasi.

“Kami berharap Bapak Wali Kota dapat hadir pada Musda Sabtu nanti, karena kami juga ingin Bapak sebagai pembina KNPI,” ujar Arif.

Ia menegaskan, KNPI siap menjadi mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan kepemudaan, sosial kemasyarakatan, dan penguatan toleransi.

“Musda ini menjadi tonggak awal pemuda untuk bersatu, mendukung, dan meningkatkan toleransi. Kami pemuda KNPI siap mengawal program Kota Pematangsiantar,” tegasnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Steering Committee Musda XIV KNPI Khairil Mansyah Sirait, Ketua Organizing Committee Bill Fatah Nasution, Ketua PMII Pematangsiantar-Simalungun Erhan Sayu Ferdiansyah, Ketua GAMKI Jon Roi Purba, Wakil Ketua GAMKI Fransisco Sibarani, Ketua GP Ansor Ridwan Akbar M Pulungan, Pj Ketua IMM Rizwan Azri, Wakil Ketua IPA Fahrul Rozi, serta Sekretaris Pemuda Katolik Charlos Tumanggor.

Kehadiran berbagai organisasi kepemudaan lintas agama dan latar belakang tersebut menjadi simbol kuat semangat persatuan dan toleransi yang selama ini tumbuh di Kota Pematangsiantar.(Pirhot Nababan).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2