Selain itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Industri RI, Bapak Eko S.A Cahyanto, mengatakan “SDM Generasi muda yang berkualitas diharapkan menjadi pendorong utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, yang kita bentuk melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko SA Cahyanto.
Aditya Muhamad Bintang menyampaikan, program inovasi yang dicanangkan Kementerian Perindustrian RI melalui Event Industrial Festival merupakan langkah strategi pemerintah dalam meningkatkan SDM unggul Indonesia di tahun emas 2045 yang unggul serta siap terjun di sektor profesional dan industri, melalui generasi gen Z dan milenial.
Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait rendahnya daya saing sumber daya manusia (SDM) di sektor industri. Lebih dari 75 persen tenaga kerja di industri pengolahan masih tergolong pekerja tidak terampil, yaitu mereka yang belum mendapatkan pelatihan atau belum memiliki keterampilan yang memadai.
“Tanpa peningkatan kualitas SDM, potensi ini bisa saja tidak optimal dalam mendukung pengembangan industri dan inovasi,” papar Sekjen Kemenperin RI, Eko Cahyanto.
Agar bonus demografi dapat memberikan dampak besar dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi global, peran dari pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda sangat penting.Dengan 67,5% penduduk Indonesia berada di usia muda, negara ini memiliki bonus demografi yang sangat potensial untuk menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan SDM di sektor industri manufaktur, Kemenperin RI merancang langkah strategis, seperti pengembangan pendidikan vokasi, pendirian inkubator bisnis, dan pembangunan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0).
Pendekatan ini dilakukan secara sistematis dengan melibatkan tiga tahap, yaitu skilling (melatih tenaga kerja baru untuk meningkatkan keterampilan), upskilling (memperbarui keterampilan tenaga kerja yang sudah ada agar lebih relevan dengan kebutuhan industri), dan reskilling (memberikan keterampilan baru kepada tenaga kerja yang terdampak perubahan teknologi atau sektor).
Menurut Eko Cahyanto, Sekjen Kemenperin RI Kabinet Presiden Prabowo, terdapat 10 skills tenaga kerja yang dibutuhkan untuk industri di masa depan, yaitu digital literacy, AI and data analytics, creative problem solving, entrepreneurial mindset, physically and psychologically safely and effectively, inter-cultural and -disciplinary, inclusive, and diversity-oriented mindset, cybersecurity, privacy, and data/information mindfulness, handle increasing complexity, communication skills, dan open-mindedness towards constant change.
Sekjen Kemenperin menyampaikan enam hal penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda agar semakin siap menghadapi masa depan. Pertama, penting untuk tidak takut bertanya, karena itu akan membantu dalam mengeksplorasi dan terus belajar. Kedua, kemampuan untuk mengelola waktu dengan baik sangat krusial.
Selanjutnya, membangun jaringan yang kuat juga menjadi hal yang tak kalah penting, karena jaringan tersebut membuka akses untuk pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan peluang karier. Selain itu, generasi muda perlu menemukan minat baru dan harus terbuka serta fleksibel terhadap perubahan tren yang berkembang dengan cepat.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com






