LAMONGAN, BeritaSiber.com – Polsek Solokuro Polres Lamongan Polda Jawa Timur melakukan monitoring program ketahanan pangan nasional di Desa Solokuro, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (30/9/2026).
Monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pertanian sekaligus menyerap berbagai keluhan dan kendala yang dihadapi petani, terutama dampak musim kemarau panjang, keterbatasan ketersediaan air, serta serangan hama tikus.
Kapolsek Solokuro AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., mengatakan bahwa monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mengetahui kondisi nyata yang dihadapi masyarakat petani. Dari hasil pemantauan di lapangan, salah satu persoalan yang dikeluhkan petani adalah sulitnya memperoleh pasokan air untuk mengairi lahan pertanian selama musim kemarau.
“Monitoring ini kami lakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan sektor pertanian dan berbagai kendala yang dihadapi para petani. Saat ini salah satu keluhan utama adalah kondisi kemarau yang menyebabkan pasokan air berkurang sehingga tanaman mengalami kekeringan, bahkan sebagian tanaman dilaporkan mati,” ujar AKP Joko Suprianto.
Selain persoalan kekurangan air, lanjut Kapolsek, petani juga menghadapi serangan hama tikus yang dinilai cukup meresahkan. Keberadaan hama tersebut berpotensi menambah kerugian petani karena menyerang tanaman yang masih dapat bertahan di tengah kondisi kekurangan air.
Menurutnya, berbagai persoalan di sektor pertanian membutuhkan koordinasi dan penanganan bersama dengan instansi yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang pertanian. Oleh karena itu, Polsek Solokuro melakukan koordinasi dengan UPT Pertanian setempat guna mencari alternatif solusi yang dapat membantu petani mengatasi kendala di lapangan.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah yang tepat, baik terkait upaya mengatasi keterbatasan air maupun penanganan serangan hama tikus. Dengan penanganan yang sesuai kondisi lapangan, risiko kerusakan tanaman diharapkan dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian masyarakat tetap dapat dipertahankan.





