“Kontes lele ini merupakan bagian dari upaya untuk mengangkat potensi ekonomi lokal, khususnya sektor perikanan. Antusiasme peserta dan masyarakat sangat luar biasa, bahkan ada peserta yang datang dari luar daerah,” ujar Kadam.
Kontes Lele Lamongan sendiri diikuti lebih dari 35 peserta dari berbagai daerah. Penilaian dilakukan berdasarkan bobot ikan lele yang paling berat. Dalam kompetisi tersebut, Tony dari Desa Plosowahyu berhasil meraih juara pertama dengan bobot 10,2 kilogram. Posisi kedua diraih Panji dari Desa Sukobendu dengan bobot 9,75 kilogram, sedangkan juara ketiga diraih Ihsan dari Kecamatan Mantup dengan bobot 7,5 kilogram.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Ramadan Meriah yang digelar sepanjang bulan suci Ramadan di Lamongan. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari lomba fashion wastra, workshop packaging bagi pelaku usaha, lomba patrol Ramadhan, hingga festival pecel lele yang melibatkan organisasi perempuan di wilayah setempat.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan potensi perikanan Lamongan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Selain itu, semangat berbagi melalui hasil lelang juga menjadi nilai penting dalam memeriahkan bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama,’ pungkasnya.





