Menariknya, sebelum lomba digelar, Karang Taruna Lamongan juga melakukan pelatihan kepada guru-guru SD melalui koordinator wilayah (korwil).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Guru yang merupakan kepala sekolah atau perwakilan dari sekolah dilatih agar mampu mendampingi siswa dalam pengembangan robotik secara berkelanjutan di sekolah masing-masing.

“Kami ingin ini tidak berhenti di satu event saja. Harapannya, para guru bisa menjadi motor penggerak agar kegiatan serupa bisa digelar rutin di lingkungan sekolah,” jelas Ilham

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain itu, salah satu tujuan utama dari lomba robotik ini adalah memberikan alternatif kegiatan positif bagi anak-anak, khususnya untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

“Kalau anak-anak ini sudah menikmati aktivitas robotik, mereka akan lebih penasaran ingin merancang desain baru, meningkatkan performa robot mereka. Jadi, mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta,” ujarnya.

Menurut Ilham, kegiatan ini sejalan dengan semangat pembangunan pendidikan yang digaungkan pemerintah, termasuk dalam visi dan program presiden serta Menteri Pendidikan.

“Meski kami bukan bagian dari pemerintah, namun kami ingin turut menyiapkan generasi yang siap bersaing di era digital. Ini adalah kontribusi kecil dari organisasi kami untuk masa depan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2