Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara-cara efektif dalam mengendalikan hama tikus, mulai dari menjaga kebersihan area sawah dan ladang, menutup lubang sarang tikus, melakukan gropyokan massal, hingga penggunaan metode pengendalian yang aman dan ramah lingkungan.
Camat Solokuro dalam kesempatan yang sama mengapresiasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk pendampingan kepada masyarakat tani.
Menurutnya, sektor pertanian harus mendapat perhatian serius karena berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi desa.
Sementara itu, para petani yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka memperhatikan setiap materi yang disampaikan dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung mengenai kendala yang dihadapi di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif. Seluruh peserta mengikuti acara dengan penuh semangat hingga selesai. Diharapkan melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Bluri semakin siap menghadapi ancaman hama tikus serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung, demi kesejahteraan bersama.





