Kapolsek Solokuro menambahkan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang sederhana, berwibawa, serta konsisten dalam membina umat. Melalui Pondok Pesantren Al-Islam, almarhum telah banyak mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Keteladanan inilah yang menurutnya akan terus dikenang dan menjadi warisan berharga bagi masyarakat Desa Tenggulun dan sekitarnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sementara itu, Kapolsek Babat, Kompol Chakim, SH., juga menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya almarhum. Ia menilai almarhum sebagai tokoh agama yang memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan antarwarga serta menjadi mitra yang baik bagi aparat kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Kegiatan takziah ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri dan tokoh agama, serta komitmen kepolisian untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

AKP Asik Samsul Hadi juga mendoakan agar almarhum diberikan husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Kepergian Drs. Ustad Khozin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Islam, para santri, dan masyarakat Kecamatan Solokuro. Namun, nilai-nilai keteladanan dan pengabdian almarhum diharapkan dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2