Lebih lanjut, Kapolsek Deket menekankan pentingnya peran aktif aparat desa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah air banjir surut. Menurutnya, tumpukan sampah dan genangan air dapat menjadi sumber penyakit apabila tidak segera ditangani dengan baik.
Dalam rakor tersebut juga dibahas langkah-langkah konkret yang akan dilakukan, seperti pendataan warga terdampak, penyaluran bantuan, peningkatan pelayanan kesehatan, penyemprotan disinfektan, serta edukasi kepada masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, upaya pengamanan wilayah dan kelancaran distribusi bantuan juga menjadi perhatian utama agar tidak menimbulkan permasalahan kamtibmas.
Perwakilan dari dinas kesehatan menyampaikan bahwa wilayah terdampak banjir akan menjadi prioritas dalam pemantauan kesehatan masyarakat. Sementara itu, pemerintah desa diminta untuk terus berkoordinasi dan melaporkan perkembangan kondisi di masing-masing desa kepada pihak kecamatan dan instansi terkait.
Rakor lintas sektor ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah terpadu dalam menangani dampak banjir di Desa Laladan, Weduni, Tukkerto, dan Sidomulyo.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan dengan cepat serta kondisi keamanan, kesehatan, dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Deket dapat kembali normal dan kondusif.





