“Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, diharapkan setiap permasalahan dapat dicarikan solusi bersama, sehingga tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi,” ujar AIPTU Ali Muji.
Selain membahas kondisi saat ini, dialog juga menyoroti pentingnya persiapan pupuk untuk tahun 2026. Para petani berharap adanya kepastian ketersediaan pupuk bersubsidi agar proses tanam dapat berjalan lancar.
AIPTU Ali Muji menyarankan agar kelompok tani melakukan pendataan kebutuhan pupuk sejak dini serta berkoordinasi dengan pihak desa dan distributor resmi untuk menghindari kelangkaan maupun penyalahgunaan pupuk.
Di akhir kegiatan, AIPTU Ali Muji mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Rejosari untuk terus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta tidak segan melaporkan apabila terdapat permasalahan di lingkungan desa.
“Sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas wilayah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan dialogis ini, Polsek Deket menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Desa Rejosari dan sekitarnya.





