“Tokoh agama mempunyai peran strategis dalam memberikan pesan-pesan positif kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap sinergi dan komunikasi yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga apabila ditemukan potensi gangguan keamanan, bisa segera dikoordinasikan dengan pihak kepolisian,” jelasnya.

Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan layanan darurat kepolisian Call Center 110 kepada jamaah dan pengurus masjid.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Layanan 110 dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan kehadiran atau penanganan kepolisian, termasuk gangguan keamanan, tindak kriminalitas, maupun situasi darurat lainnya.

“Kami juga menyosialisasikan layanan Call Center 110 agar masyarakat mengetahui bahwa Polri menyediakan saluran pengaduan yang dapat dimanfaatkan ketika membutuhkan bantuan kepolisian. Jangan ragu untuk melapor apabila mengetahui atau mengalami gangguan kamtibmas,” tambahnya.

Kapolsek Tikung berharap kegiatan Jumat Keliling dapat menjadi agenda pendekatan yang berkelanjutan, sehingga hubungan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat. Dengan komunikasi yang terbuka, kepolisian juga dapat menyerap aspirasi, masukan, serta informasi langsung dari masyarakat terkait kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Tikung menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang humanis, memperkuat kemitraan, serta meningkatkan upaya pencegahan tindak kriminalitas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Tikung untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif. Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2