Kini, BBPJN memastikan seluruh titik kritis seperti simpang Balun dan Kaliotik telah dilengkapi dengan APILL baru. Selain itu, rambu lalu lintas, marka jalan, guardrail, dan penerangan jalan umum (PJU) juga telah dipasang sesuai standar keselamatan nasional.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan arus lalu lintas selama uji coba tetap aman dan lancar. Semua elemen, dari marka hingga APILL, sudah dipasang dan diuji fungsinya,” jelas Arvian.

Pembukaan kembali JLU Lamongan diharapkan membawa dampak signifikan bagi mobilitas warga dan distribusi logistik. Jalan sepanjang 7,15 kilometer ini menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Lamongan, dan berfungsi sebagai jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di pusat kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan beroperasinya JLU, waktu tempuh antarkecamatan diperkirakan akan berkurang, terutama bagi kendaraan barang dan logistik yang sebelumnya harus melewati jalan utama perkotaan.

“Uji coba ini juga menjadi momen adaptasi bagi masyarakat. Kami berharap pengguna jalan bisa mulai membiasakan diri dengan tata lalu lintas baru, termasuk mematuhi rambu dan sinyal APILL,” tambah Arvian.

Dalam pelaksanaan uji coba, BBPJN bersama Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Lamongan terus melakukan pemantauan di lapangan. Tujuannya adalah memastikan standar keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran arus kendaraan terpenuhi selama masa uji coba.

“Tujuan kami jelas: memberikan layanan jalan yang aman, nyaman, dan layak, sekaligus menjawab harapan warga Lamongan,” tegas Arvian Zanuardi.(Bs).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2