Selain doa khusus untuk korban bencana, kegiatan juga dirangkaikan dengan ibadah akhir tahun seperti istighosah, salat hajat, dan salat tasbih. Seluruh jamaah tampak larut dalam suasana religius sejak awal hingga akhir kegiatan.
Apriana menjelaskan bahwa doa akbar ini sebenarnya berangkat dari kegiatan rutin Jamaah Elaf yang digelar setiap Selasa Pon. Namun karena adanya bencana besar di Sumatera, para jamaah sepakat menambahkan doa khusus untuk para korban sebagai bentuk kepedulian.
“Antusias jamaah luar biasa. Semangat solidaritas dan kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas wilayah,” ujarnya.
Kegiatan doa bersama ditutup dengan salam dan ajakan untuk terus mendoakan masyarakat Indonesia yang sedang tertimpa musibah, di manapun mereka berada.





