Tidak hanya fokus pada keamanan lingkungan tempat tinggal, patroli kali ini juga menyentuh sektor pertanian dan keselamatan warga secara luas. Petugas dengan tegas mengimbau para petani agar tidak menggunakan aliran listrik untuk jebakan tikus di persawahan. Larangan ini didasarkan pada besarnya risiko fatal yang dapat menelan korban jiwa, baik bagi pemilik sawah maupun masyarakat umum.
Di tengah maraknya tren kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang belakangan menjadi perhatian di wilayah Lamongan, petugas patroli memberikan tips praktis bagi masyarakat. Warga diimbau untuk selalu memasang kunci ganda pada kendaraan bermotor dan memastikan kendaraan diparkir di tempat yang mudah dipantau. Selain itu, pemasangan CCTV di area rumah atau toko sangat disarankan sebagai alat bantu pengawasan efektif untuk meminimalisir niat pelaku kejahatan.
Kapolsek Kembangbahu, IPTU Sono, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan pada jam-jam rawan adalah bentuk nyata dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Patroli dialogis ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi Polsek Kembangbahu untuk menjalin hubungan emosional yang erat dengan warga.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami di kepolisian senantiasa hadir untuk melindungi masyarakat, namun peran aktif warga dalam menjaga lingkungan masing-masing tetap menjadi kunci utama. Melalui dialog langsung, kami berharap kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban dapat terus meningkat,” ujar IPTU Sono.
Hingga berakhirnya kegiatan patroli pada Jumat malam tersebut, situasi di seluruh wilayah Kecamatan Kembangbahu terpantau aman, lancar, dan kondusif. Masyarakat pun menyambut baik kehadiran pihak kepolisian yang dinilai memberikan ketenangan bagi warga yang sedang beraktivitas di luar rumah maupun yang sedang beristirahat. Polsek Kembangbahu berkomitmen untuk terus konsisten melakukan upaya preventif demi menjaga kondusivitas wilayah Lamongan secara berkelanjutan.





