Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak mudah mengikuti ajakan melakukan suatu kegiatan, termasuk aksi demonstrasi, tanpa memahami terlebih dahulu tujuan, konteks, serta kebenaran informasi yang mendasarinya. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan agar generasi muda tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak lain.
Kapolsek menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokratis. Namun, pelajar tetap perlu memahami aturan, menjaga ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi informasi menyesatkan atau ajakan yang belum dipahami secara utuh.
“Pelajar harus mampu berpikir kritis. Jangan mudah mengikuti ajakan hanya karena ramai di media sosial. Pahami dulu persoalannya, cek kebenaran informasinya dan jangan sampai mengambil tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Moch Sokep turut mengajak para siswa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Generasi muda diharapkan mampu menghadirkan perubahan positif melalui prestasi, kedisiplinan, kreativitas serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi generasi muda ke depan semakin kompleks. Karena itu, selain memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, pelajar perlu membangun karakter, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
“Jadilah agen perubahan yang membawa kemajuan. Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta bangsanya. Perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang,” tutur Moch Sokep.
Kehadiran Kapolsek dalam upacara bendera juga menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dengan lingkungan pendidikan. Polisi diharapkan dapat semakin dekat dengan kalangan pelajar sekaligus memberikan pembinaan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan generasi muda.
Moch Sokep berharap komunikasi antara kepolisian, sekolah, guru, orang tua dan pelajar terus diperkuat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mencegah kenakalan remaja sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
“Kami ingin terus bersinergi dengan sekolah dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Harapannya, para pelajar dapat tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berprestasi, taat aturan dan mampu memberikan contoh yang baik di lingkungannya,” tegasnya.
Seluruh rangkaian upacara bendera di SMK Negeri 1 Sarirejo berlangsung aman, tertib dan kondusif. Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sarirejo berharap pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya didengar saat upacara, tetapi juga diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat Polres Lamongan SEHATI Sinergi, Empati, Humanis, Amanah, Tegas dan Inovatif dalam membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya generasi muda, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Lamongan tetap aman dan kondusif.





