LAMONGAN, BeritaSiber.com – Kapolsek Solokuro Polres Lamongan, AKP Joko Suprianto, S.M., M.M., menjadi Inspektur Upacara (Irup) di MA Darul Ma’arif, Desa Payaman, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (14/9/2026).
Kehadiran Kapolsek dalam upacara tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memberikan pembinaan dan pesan kamtibmas kepada para siswa, terutama terkait bahaya judi online (judol), penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial, serta pentingnya semangat belajar sebagai generasi penerus bangsa.
Dalam amanatnya, AKP Joko Suprianto meminta seluruh siswa MA Darul Ma’arif tidak sekali-kali mencoba maupun terlibat dalam berbagai bentuk judi online. Menurutnya, kemudahan mengakses internet melalui telepon seluler harus disikapi secara bijak agar para pelajar tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.
“Jauhi judi online dalam bentuk dan jenis apa pun. Jangan pernah mencoba hanya karena penasaran atau karena ajakan orang lain. Gunakan handphone dan internet untuk kegiatan yang positif, terutama untuk menunjang belajar dan menambah pengetahuan,” pesan AKP Joko di hadapan para siswa.
Kapolsek menegaskan bahwa pelajar harus mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif di ruang digital. Terlebih, perkembangan teknologi membuat berbagai informasi maupun konten dapat dengan mudah masuk melalui media sosial dan aplikasi komunikasi yang digunakan sehari-hari.
Selain mengingatkan bahaya judol, AKP Joko juga memberikan perhatian terhadap maraknya informasi hoaks yang beredar melalui media sosial maupun grup WhatsApp (WA). Para siswa diminta tidak mudah mempercayai setiap informasi yang diterima sebelum mengetahui kebenaran dan sumbernya.
“Kalau menerima informasi melalui media sosial ataupun grup WhatsApp, jangan langsung dipercaya dan jangan terburu-buru menyebarkannya kepada orang lain. Cek terlebih dahulu kebenarannya. Apabila informasi tersebut tidak jelas sumbernya dan mengarah pada hoaks, abaikan,” ujarnya.
Menurut AKP Joko, kecakapan dalam menggunakan media sosial menjadi hal penting bagi generasi muda. Pelajar tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.





