BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Imbauan Gubernur Jawa Timur kepada pemerintah daerah untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026 tampaknya tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas penjualan kembang api dan terompet di Kabupaten Lamongan. Hingga H-1 malam tahun baru, pedagang musiman masih ramai menjajakan dagangannya di sejumlah ruas jalan protokol Kota Lamongan.
Pantauan di lapangan, lapak-lapak penjual kembang api dan terompet terlihat berjejer di beberapa titik strategis, seperti kawasan pusat kota, jalur utama, hingga sekitar alun-alun. Aktivitas jual beli pun masih berlangsung normal, terutama pada sore hingga malam hari.
Sejumlah pedagang mengaku bahwa imbauan larangan pesta kembang api tidak terlalu memengaruhi minat beli masyarakat. Menurut mereka, tantangan utama justru datang dari faktor cuaca yang tidak menentu, di mana hujan kerap turun dalam beberapa hari terakhir.
“Sempat dengar soal imbauan dari gubernur, tapi sejauh ini pembeli masih ada. Yang agak menghambat itu hujan, karena kalau hujan pembeli biasanya sepi,” ujar salah satu pedagang kembang api di kawasan alun-alun Lamongan, Selasa (30/12/2025).
Pedagang tersebut menyebutkan, jenis kembang api yang paling diminati masyarakat adalah kembang api ukuran kecil hingga sedang yang dianggap lebih praktis dan aman untuk digunakan di lingkungan rumah. Ia tetap optimistis penjualan akan meningkat mendekati malam pergantian tahun, terutama jika cuaca mendukung.
Hal senada juga disampaikan pedagang terompet musiman. Mereka mengaku masih mampu menjual rata-rata 20 hingga 30 buah terompet per hari, dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan model.





