Sementara itu di periode bulan yang sama yakni hingga akhir Oktober 2024 DKSI (Duta konsultan dan Survei Indonesia) merilis hasil survei Pilkada Lamongan 2024.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam keterangan Persnya, M. Firdaus Direktur Riset DKSI menyampaikan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan secara tatap muka pada tanggal 21 hingga 26 Oktober 2024 dengan melibatkan 2.844 koresponden menunjukkan persaingan yang sangat sengit.

Firdaus menjelaskan, pada saat tim melakukan simulasi semi terbuka terhadap 2 paslon, hasil survei menunjukan pada simulasi elektabilitas dua paslon dengan perolehan tertinggi yaitu pasangan Yuhronur Effendi dan Dirham Akbar Aksara sebanyak 44,6%, sedangkan pasangan Abdul Ghofur dan Firosya Shalati memperoleh 35,9% sedangkan koresponden tidak menjawab atau tidak tahu terdapat 19,5,%.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Untuk elektabilitas kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati di kabupaten Lamongan hanya terpaut 8,7% paslon nomor urut 2 Yuhronur Effendi dan Dirham Akbar Aksara masih unggul,” kata Firdaus kepada BeritaSiber.com, Kamis (31/10/2024).

Sementara terkait kemantapan pemilih dalam menentukan pilihannya terhadap paslon pada hari pelaksanaan coblosan, Firdaus mengungkapkan juga ada kemungkinan berubah masih bisa terjadi, yakni perubahan dengan total 16,7% (172.928 pemilih).

Firdaus menyebut, pada paslon nomor urut 1 Abdul Ghofur dan Firosya Shalati dimana elektabilitas memperoleh 35,9,% kemungkinan masih tetap bertahan memilih sebesar 26,6% (275.443 pemilih) dan bisa berubah sebanyak 9,3% (96.301 pemilih).

“Sedangkan untuk paslon nomor urut 2 Yuhronur Effendi dan Dirham Akbar Aksara sebanyak 37,9% (385.206 pemilih) masih tetap pilihan pasti, namun untuk pemilih bisa berubah sebesar 7,4,% (76.627 pemilih),” paparnya.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2