Pengasuh Ponpes Darul Ulum ini menyebut, Risma sesuai dengan kriteria itu. Ia lantas menceritakan gigihnya usaha Risma saat membubarkan lokalisasi Dolly.
“Bu Risma adalah orang yang jujur dan tulus, Bu Risma sudah berhitung konsekuensi besar akan bubarnya Dolly, termasuk dari sisi elektoral dan ekonomi,” ucapnya.
Dari sisi elektoral, kata dia, Risma bisa saja tak membubarkan Dolly jika hanya berpikir takut kehilangan pemilih. Namun, Risma disini juga memikirkan aspek yang lebih penting, yakni terangkatnya derajat warga.
Dari sisi ekonomi, lanjut Gus Hans, pembubaran itu berdampak pada perputaran uang warga Dolly. Karena perputaran uang bukan hanya dari prostitusi itu sendiri.
“Bayangkan berapa pihak yang terdampak pada saat pembubaran itu, kalau Bu Risma hanya takut kehilangan pemilih, Dolly akan tetap ada sampai sekarang,” ucapnya.
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





