Selain itu, Kata Pak Yes, IPM Lamongan yang diukur dari pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi, Pemkab Lamongan masif mengembangkan UMKM masyarakat yang menjadi moda penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

“Kolaborasi kita kebersamaan untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Lamongan ini mari terus berlanjutkan, bergandeng tangan supaya semuanya semakin mantap demi Lamongan yang maju,” ungkap Pak Yes sapaan akrab Bupati Lamongan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sedangkan, Ketua PW Muslimat NU Jatim Masruroh Wahid mengungkapkan, dalam ajaran sunan drajat terdapat tiga pos peningkatan IPM yakni wenehonon teken kanggo wong uto (berikan tongkat untuk orang buta), weneh ono klambi kanggo wong udo (berikan baju untuk orang tidak berpakaian), wenehono payung kanggo wong kang wudanan (berikan payung untuk orang yang kehujanan)

“Wenehonon teken kanggo wong uto, maksudnya ini buta aksara, pengetahun, iman, dan segalanya. Weneh ono klambi kanggo wong udo, maksudnya ada pendidikan moral, akhlak, keimanan yang menyebabkan lemahnya iman kita tidak tau malu untuk melakukan perbuatan kemaksiatan dan kemungkaran. Lan wenehono payung kanggo wong kang wudanan, maksudnya payung hukum, payung ekonomi, payung kesehatan, sehingga semuanya sejahtera terpayungi dari segala kebutuhannya yang kita bangun,” ucapnya

Tidak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberikan bantuan satu unit mobil operasi untuk muslimat NU Lamongan.

Editor : Achmad Bisri
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2