Acara Jalan Sehat Hari Santri 2025 di Lamongan juga dirangkai dengan istighosah dan doa bersama untuk bangsa. Menurut Khofifah, keseimbangan antara olahraga dan doa mencerminkan karakter khas masyarakat Indonesia.
“Kita menjaga kesehatan jasmani lewat olahraga dan menyucikan jiwa melalui doa. Keseimbangan inilah kekuatan sosial dan spiritual bangsa yang harus terus kita rawat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah turut mengapresiasi PC Muslimat NU Lamongan atas kiprahnya yang konsisten dalam menggerakkan kegiatan sosial dan keagamaan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, akan terus mendukung program yang menyehatkan masyarakat sekaligus memperkuat nilai keislaman dan kebangsaan.
“Pembangunan tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif masyarakat. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Khofifah mengaitkan semangat kebersamaan dalam Hari Santri dengan visi Jatim BISA (Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif).
“Dengan semangat Jatim BISA, setiap langkah masyarakat Jawa Timur adalah langkah menuju kemajuan bersama. Jalan sehat ini menjadi simbol bahwa kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara, jajaran Forkopimda, serta pimpinan organisasi keagamaan seperti PPMNU, PWMNU, dan PCMNU Kabupaten Lamongan.(Bs).






