Setelah rangkaian gladi selesai, evaluasi langsung dilakukan untuk membahas berbagai aspek teknis. Evaluasi tersebut diperlukan agar setiap unsur dapat memahami kembali tugas dan posisi masing-masing serta memastikan tidak terdapat kendala yang berpotensi mengganggu pelaksanaan upacara.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah koordinat dan posisi manuver pesawat maupun helikopter. Ketepatan posisi menjadi faktor penting mengingat demo udara akan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan kenegaraan yang melibatkan banyak unsur dengan jadwal yang telah disusun secara terperinci.
Penyesuaian terhadap koordinat, jalur penerbangan, waktu lintasan, serta posisi masing-masing pesawat dan helikopter akan terus dilakukan dalam tahapan latihan berikutnya. Dengan demikian, seluruh unsur diharapkan dapat bergerak secara presisi sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan.
Pelibatan sekitar 81 pesawat dan helikopter dalam demo udara juga menjadi salah satu bentuk kesiapan TNI dalam mendukung perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selain menampilkan kemampuan dan profesionalisme personel, atraksi udara tersebut diharapkan dapat memberikan nuansa berbeda dalam rangkaian peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Rangkaian gladi kotor yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta menjadi bagian dari tahapan persiapan menuju pelaksanaan upacara puncak pada 17 Agustus 2026. Setelah evaluasi dilakukan, sejumlah perbaikan teknis akan diterapkan pada latihan berikutnya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, lancar, dan sesuai dengan rencana.
Dengan semakin dekatnya momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, seluruh unsur yang terlibat terus meningkatkan koordinasi dan kesiapan. Mulai dari petugas upacara, unsur pengamanan, hingga personel TNI yang terlibat dalam demo udara, masing-masing memiliki peran penting dalam menyukseskan peringatan kemerdekaan tahun ini.
Gladi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara kenegaraan tidak hanya membutuhkan kesiapan seremonial, tetapi juga koordinasi teknis dan disiplin tinggi dari seluruh unsur pendukung. Evaluasi yang dilakukan secara langsung diharapkan mampu meminimalkan potensi kendala sehingga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang dapat berlangsung khidmat sekaligus meriah.





