BERITASIBER.COM | JAKARTA — Guncangan gempa kembali mengingatkan warga Jakarta bahwa ibu kota bukanlah wilayah yang steril dari aktivitas seismik. Pada Rabu (20/8/2025), gempa bermagnitudo 4,9 mengguncang Karawang dan terasa kuat hingga ke Jakarta, Bekasi, dan sebagian wilayah Bodetabek. Getaran yang terjadi sekitar pukul 17.12 WIB itu sempat membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut bersumber dari aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Jawa Barat, tepatnya di Segmen Citarum. Episentrum gempa berada di darat pada koordinat 6.52 Lintang Selatan dan 107.25 Bujur Timur, atau sekitar 19 km tenggara Kabupaten Bekasi pada kedalaman 10 km.
“Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di darat. Karena kedalamannya dangkal, guncangannya terasa cukup signifikan meski kekuatannya di bawah M5,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resmi.
Seiring perkembangan kota yang pesat, banyak yang mengira Jakarta aman dari ancaman gempa bumi. Padahal, secara historis, wilayah ini pernah diguncang gempa besar. Sejarah mencatat salah satunya pada tahun 1834 atau 191 tahun silam, ketika Batavia (nama lama Jakarta) dilanda gempa hebat yang merobohkan bangunan kokoh, termasuk kediaman pejabat tinggi kolonial dan rumah-rumah orang terkaya di masanya.





