Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd., mengatakan respons cepat kepolisian bersama tenaga kesehatan dan masyarakat sangat membantu proses evakuasi empat siswa tersebut.

“Kami bersyukur keempat anak kita berhasil dievakuasi dan telah mendapatkan penanganan medis. Kami mengimbau pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat jam istirahat dan ketika bermain di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menegaskan, keselamatan anak-anak di lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Pihak sekolah diharapkan tidak hanya melakukan pengawasan selama kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas sekolah dalam kondisi aman dan layak digunakan.

Menurutnya, fasilitas yang berpotensi membahayakan siswa, seperti sumur, saluran air, lubang terbuka, maupun bangunan dengan kondisi tidak layak, harus mendapatkan perhatian khusus. Penutup sumur yang rapuh atau tidak memenuhi standar keselamatan perlu segera diperbaiki serta diamankan agar tidak dapat diakses oleh anak-anak.

“Keselamatan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan anak serta segera melaporkan apabila ditemukan fasilitas yang berpotensi membahayakan,” imbaunya.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh satuan pendidikan agar melakukan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas di lingkungan sekolah, khususnya area yang memiliki risiko kecelakaan. Pengamanan lokasi berbahaya, perbaikan infrastruktur yang rusak, serta peningkatan pengawasan saat jam istirahat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kasihumas Polres Lamongan mengajak seluruh pihak untuk menjadikan keselamatan siswa sebagai prioritas utama.

“Melalui kepedulian dan kerja sama antara sekolah, orang tua, masyarakat, serta aparat terkait, lingkungan pendidikan diharapkan semakin aman bagi anak-anak untuk belajar dan bermain,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2