“Karena rata-rata UMKM itu masalah terbesarnya adalah dari permodalan. Dengan adanya KUR ini sangat membantu masyarakat pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha yang mereka jalankan,” ujarnya.
Selain itu juga diharapkan dari hasil riset penelitian ini nanti dijadikan jurnal yang nantinya akan di publish sehingga pihak pemerintah ataupun dinas terkait bisa mengetahui dan bisa menjadi pondasi utama untuk lebih meningkatkan lagi pemberian KUR kepada UMKM sehingga diharapkan masyarakat Indonesia lebih mandiri dalam bidang ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gerai UMKM Lamongan Reni Setiawati menyambut baik kegiatan kuesioner riset penelitian yang dilakukan Fakultas Ekonomi Unisla terhadap pelaku UMKM khususnya kepada anggota Gerai UMKM Lamongan.
Menurutnya hal ini sangat penting karena bisa menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan ataupun menjadi bahan evaluasi terhadap pemberian bantuan permodalan terhadap UMKM.
“Kami sangat mendukung sekali, karena hal ini bisa menjadi tolak ukur pemerintah dalam menentukan kebijakan terkait permodalan baik yang disalurkan melalui Perbankan ataupun non Perbankan atau hibah terhadap UMKM,” terang Reni.
Sementara itu, salah satu anggota Gerai UMKM Lamongan Eko Sucipto mengaku senang dan menyambut baik apa yang dilakukan Unisla dengan melakukan kuesioner riset penelitian ini.
“Kami secara pribadi sangat setuju apa yang diadakan seperti ini, karena kami juga sangat berharap bantuan modal dari pemerintah untuk bisa mengembangkan usaha UMKM,” ungkap anggota Gerai UMKM Lamongan yang memiliki usaha kopi bubuk dan keripik asal Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan.





