Satu terobosan besar lainnya adalah peluncuran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagai upaya untuk memastikan program sosial pemerintah tepat sasaran. Anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terjaring melalui DTSEN akan diarahkan ke Sekolah Rakyat, yang kini sudah berjumlah 100 sekolah dan beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam bidang kesehatan, Presiden juga menggarisbawahi keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis, yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 18 juta warga sebagai bentuk pelayanan preventif bagi masyarakat.

Sejalan dengan arahan dan program pemerintah pusat, Kabupaten Lamongan juga terus merealisasikan berbagai program unggulan di wilayahnya. Dalam mendukung swasembada pangan, Lamongan aktif meningkatkan luas tambah tanam (LTT) untuk mendongkrak produksi padi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program Makan Bergizi Gratis di Lamongan kini telah dilayani oleh 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membagikan lebih dari 3.543 porsi makanan sehat setiap hari. Bahkan, dua SPPG tambahan milik Polres Lamongan saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung pada bulan September 2025.

Dari sisi pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 di Kecamatan Brondong menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Lamongan dalam meningkatkan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Bupati Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa Pemkab Lamongan bersama Forkopimda akan terus bersinergi dan mendukung penuh seluruh program pemerintah pusat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lamongan.

“Kami di daerah akan terus berupaya menyukseskan setiap program nasional agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Lamongan. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin kita bisa mencapai cita-cita Indonesia yang sejahtera,” ujar Bupati Lamongan.(Bs)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2